Belajar Dari Seorang Ilham

Belajar Dari Seorang Ilham

Masih dalam acara Presentasi Dynasis di Muara Bungo, adalah seorang member yang dipanggil ke panggung karena berhak atas doorprize yang diadakan pada malam tersebut. Member itu bernama Ilham dengan ID IL423 berhak atas doorprize Deposit. Pada saat yang sama, ia juga mendapat hadiah sebuah T-Shirt dari panitia acara.

Oleh panitya, Ilham didaulat untuk memberikan sambutan dan motivasi. Hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya, ternyata dalam sambutannya tersebut tidak menggunakan bahasa Indonesia selayaknya para peserta lain. Bahasa yang digunakan masih bahasa Melayu. Betapa terkejutnya saya, setelah mendapat penjelasan dari panitya bahwa Ilham tidak bisa berbahasa Indonesia. Bahkan, diatas panggungpun ia masih salah menyebutkan berapa jumlah bonusnya. Yang seharusnya adalah Rp 666.866 ia menyebutkan sebesar enam ratus enam puluh rupiah. Entah karena grogi atau memang seperti itu.

Setelah turun dari panggung, ia berjalan duduk kembali ke bangkunya. Oleh pak Armayani dan Pak Eri, kami diberitahu pekerjaan Ilham yang sesungguhnya. Anda mau tahu apa pekerjaan yang sesungguhnya?

Inilah pekerjaan yang sesungguhnya:

Pasar

Ilham adalah potret umum dari sekian banyak member Dynasis yang sudah masuk dalam jajaran penerima bonus diatas Rp 100.000.

Mungkin anda terkejut, mungkin juga tidak. Tapi seperti itulah pekerjaan ia yang sesungguhnya. Bekerja di Pasar Atas Muara Bungo sebagai penjual kelapa untuk santan. Pekerjaannya setiap hari mengupas kelapa yang sudah tua untuk kemudian diparut dengan mesin otomatis. Ia bekerja pada orang lain dengan gaji sebesar Rp 125.000/bulan dan itupun baru dibayarkan setiap 6 bulan.

Dari keterangan orang-orang disekelilingnya, kehidupanya tidaklah seperti orang-orang selayaknya. Pulang pergi bekerja dengan sepeda bututnya.

ilham

Sekolah SDpun tidak lulus, tidak bisa berbahasa Indonesia. Bahkan saat ditanya mau dapat bonus berapa, ia hanya menjawab, ingin bonus 1 juta untuk bisa membeli mesin pemarut kelapa sendiri. Itu impiannya. Ya, menjadi bos untuk dirinya sendiri.

Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, tidak membuatnya patah semangat bahkan tidak ada keluhan sedikitpun yang keluar dari mulutnya. Ia hanya ingin bekerja semampu ia lakukan.

Karena hal itu, Direktur PT Dynasis Golden Infinity -Bapak M. Shaffan Zain- berkenan untuk memberikan sebuah hadiah kecil sekedar rasa kekaguman akan semangatnya. Hadiah itu berupa HP yang dimiliki oleh Pak Shaffan

Pemberian handphone

Handphone baru

Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa. Hanya dalam kurun waktu 4 bulan ia bisa mendapat bonus mencapai Rp 660.866. Saya sendiri membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk mendapat bonus sebesar itu…

Melihat itu, membuat saya semakin sadar bahwa Api Semangat hendaklah jangan pernah padam. Keluhan saya selama ini tidak berarti dihadapan Ilham. Segala fasilitas yang saya bisa dapatkan dikota ternyata kalah oleh semangat berjuang dari IL423. Tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita mau kita pasti mampu…

Maju Terus Ilham, Semoga tercapai cita-cita mu….

Bagaimana dengan anda?….

Inspirational!!

Sekedar menambahkan, salah satu downline Ilham adalah Bpk. H. M. Quzwen, SE (HM113; bulan ini mendapatkan Reward L1 Aktif Terbanyak). Pak Quzwen ini adalah Direktur Bank BPD Muara Bungo – Jambi.
Jadi kalau kita masih ada perasaan sungkan, malu, kurang percaya diri, atau masih terlalu banyak pertimbangan untuk sponsoring up (mensponsori orang-orang yg lebih tinggi secara strata sosial atau finansial), seharusnya kita lebih malu pada Ilham. 😉

Ilham… salah seorang figur Member DYNASIS yg sebetulnya tidak tahu banyak tentang persoalan teknis di bisnis ini…
Dia juga tidak terlalu peduli dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada…
Dia juga tidak tahu-menahu mengenai kesulitan-kesulitan yg dikeluhkan oleh banyak orang, seperti misalnya keluhan rekening bank, dsb… karena dia sendiri tidak memiliki rekening bank…
Yang dia tahu hanya satu hal, bahwa dia punya IMPIAN yang ingin dia wujudkan melalui bisnis ini! Dan dia FOKUS pada impiannya, bukan fokus pada masalah.

“Fokuskan mata Anda ke tujuan, maka langkah-langkah kaki akan mengikuti!” Antony Robbin.

Seperti yang dikatakan oleh Friedrich Nietzsche, “Menemukan jawaban dari pertanyaan why adalah lebih penting dari menemukan jawaban dari pertanyaan how. Temukan why-nya, maka secara otomatis Anda akan menemukan how-nya.”
Dengan kata lain, temukan alasan Anda (impian Anda) mengapa Anda menjalankan usaha ini… maka Anda akan dengan mudah menemukan cara-caranya (ide-ide kreatif).

ILHAM… benar-benar seorang teladan yang inspirational!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *